Rabu, Januari 6

Sarapan Pagi

PERUBAHAN..
 


      Satu kata yang mudah disuarakan, seharusnya mudah juga melakukannya.
Perubahan sebuah keniscayaan dan kenyataan. Tidak ada yang tidak berubah di alam semesta ini kecuali perubahan itu sendiri.
Siapa yang tidak mau dan tidak mampu berubah maka dia akan hancur oleh perubahan itu sendiri.
Perubahan adalah hak sekaligus kewajiban setiap yang mengaku dirinya manusia.
sMenjadi Hak, karena manusia mempunyai kehendak, dan untuk memenuhi kehendaknya, manusia bisa memilih. Dan memilih itu adalah hak manusia, sebab Tuhan pun memberikannya.
Menjadi Kewajiban, karena manusia mempunyai mimpi dan cita yang menjadi hasrat dirinya. Tidaklah mudah meraih mimpi dan cita, tapi manusia takkan pernah melupakan apalagi mencampakkannya. Dan untuk meraih mimpi dan cita itu, ada syarat yang harus dipenuhi, yang jika tidak dipenuhi maka mimpi dan cita itu takkan pernah beranjak ke ruang nyata dan menjadi realita. Maka syarat itu menjadi keniscayaan juga yang harus dipenuhi. Memenuhinya menjadi kewajiban bagi manusia.

Perubahan...
 itulah kata yang takkan pernah berubah walau zaman terus berubah, hingga kehancurannya.
Perubahan bermakna transformasi dan mutasi. Dua anak kandung yang sangat dikotomis.
 Yang satu jalan Tuhan, yang lainnya jalan setan.
 Yang satu jalan keselamatan, yang satunya lagi jalan kecelakaan.
 Yang satu jalan kemuliaan, yang lainnya jalan kenistaan.
 Yang satu jalan kebaikan, yang satunya lagi jalan kerusakan
 Yang satu jalan kenaikan, yang lainnya jalan kejatuhan.
 Transformasi bermakna perbaikan
 Mutasi bermakna pemburukkan
Maka berubahlah dan teruslah berubah.
 Menjadi lebih baik dan terus membaik, searah dengan yang Maha baik sebagai sumber kebaikan.
 Mimpikan perubahan
 Pikirkan perubahan
 Inginkan perubahan
 Lakukan perubahan dan
 Miliki perubahan itu.

Transformasi bukan mutasi!

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

...Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...(ar Ra'du: 11)

Perubahan....
Satu kata yang mudah disuarakan, seharusnya mudah juga melakukannya.
Perubahan sebuah keniscayaan dan kenyataan. Tidak ada yang tidak berubah di alam semesta ini kecuali perubahan itu sendiri.
Siapa yang tidak mau dan tidak mampu berubah maka dia akan hancur oleh perubahan itu sendiri.
Perubahan adalah hak sekaligus kewajiban setiap yang mengaku dirinya manusia.
Menjadi Hak, karena manusia mempunyai kehendak, dan untuk memenuhi kehendaknya, manusia bisa memilih. Dan memilih itu adalah hak manusia, sebab Tuhan pun memberikannya.
Menjadi Kewajiban, karena manusia mempunyai mimpi dan cita yang menjadi hasrat dirinya. Tidaklah mudah meraih mimpi dan cita, tapi manusia takkan pernah melupakan apalagi mencampakkannya. Dan untuk meraih mimpi dan cita itu, ada syarat yang harus dipenuhi, yang jika tidak dipenuhi maka mimpi dan cita itu takkan pernah beranjak ke ruang nyata dan menjadi realita. Maka syarat itu menjadi keniscayaan juga yang harus dipenuhi. Memenuhinya menjadi kewajiban bagi manusia.
Perubahan...
itulah kata yang takkan pernah berubah walau zaman terus berubah, hingga kehancurannya.
Perubahan bermakna transformasi dan mutasi. Dua anak kandung yang sangat dikotomis.
Yang satu jalan Tuhan, yang lainnya jalan setan.
Yang satu jalan keselamatan, yang satunya lagi jalan kecelakaan.
Yang satu jalan kemuliaan, yang lainnya jalan kenistaan.
Yang satu jalan kebaikan, yang satunya lagi jalan kerusakan
Yang satu jalan kenaikan, yang lainnya jalan kejatuhan.
Transformasi bermakna perbaikan
Mutasi bermakna pemburukkan
Maka berubahlah dan teruslah berubah.
Menjadi lebih baik dan terus membaik, searah dengan yang Maha baik sebagai sumber kebaikan.
Mimpikan perubahan
Pikirkan perubahan
Inginkan perubahan
Lakukan perubahan dan
Miliki perubahan itu.
Transformasi bukan mutasi!
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
...Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...(ar Ra'du: 11)

0 komentar:

Posting Komentar